entry image

New Product Launching “BARIZON”

Saat ini di Indonesia, ektoparasit masih menimbulkan masalah klasik yang belum ditangani secara tuntas dan belum mencapai target yang diinginkan, karena pengendalian ektoparasit belum menjadi prioritas dalam peternakan khususnya di peternakan rakyat.

Menggandeng PT. Agrinusa Jaya Sentosa selaku distributor, PT. Meiji Indonesia mengadakan Launching produk baru yaitu ‘BARIZON’ pada event ILDEX 2022 di ICE BSD pada Kamis, 10 November 2022, dengan tema “Responsible and Beneficial Farming with Barizon”.

BARIZON adalah insektisida original dari Jepang dan insektisida pertama dan satu satunya yang terdaftar di industri peternakan di Indonesia yang mengandung BPMC (Butylphenyl-N-Metylcarbamat) sebagai kandungan zat aktif utama, BPMC merupakan racun dengan efektifitas membunuh yang baik, cepat dan efek residual yang cukup lama terhadap parasit eksternal ternak, dimana mekanisme kerjanya dengan kontak langsung terhadap parasit yang menghambat penyaluran impuls saraf dengan cara mengikat cholinesterase, sehingga tidak terjadi hidrolisis asetilkolin. Cholinesterase adalah salah satu dari banyak enzim penting yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem saraf parasit/ serangga.

Seminar dibuka oleh Mr. Yousuke Sawa selaku Presiden Direktur PT. Meiji Indonesia dan Ibu Petty sebagai perwakilan dari distributor PT. Agrinusa Jaya Sentosa selaku sales & marketing manager. Saat ini PT Meiji Indonesia masih terus berupaya untuk memberikan solusi terbaik bagi kesehatan hewan di Indonesia, salah satunya dengan meluncurkan produk terbaru kami yaitu ‘BARIZON’ yang telah terdaftar di bawah Kementerian Pertanian sehingga aman digunakan untuk semua spesies hewan ternak. (Kementan RI No. I. 19015819 PKC)

Dalam acara tersebut juga turut mengundang beberapa pembicara yang kompeten dan inovatif di bidangnya seperti Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi M. S. Ph. D (Dosen Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor) yang membawakan topik “Negative effects of ectoparasites on livestock, sanitation and biosecurity management”. Dari materi yang beliau sampaikan beberapa diantaranya membahas terkait falsafah pengendalian ektoparasit/parasit sebagai vektor. Bagaimana mengendalikan populasi vektor sampai ke tingkat tidak membahayakan, tidak merugikan atau tidak mengganggu dan perlunya mamahami berbagai sifat vektor, dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi populasinya.

Dengan Pertimbangan operasional pengendalian diantaranya : 1. Efektif dan efisien : sarana paling rawan (dewasa, pra-dewasa); 2. Praktis; 3. Biaya yang sesuai; 4. Aman (tidak menimbulkan bahaya); 5. Diterima di masyarakat (penghuni)

Pembicara yang berikutnya adalah Mr. Tsutomu Tamada dari MAH (Meiji Animal Health) Jepang. Beliau membawakan materi “Benefit, Feature and Clinical safety trial of Barizon”
Dari materi yang disampaikan beliau yaitu Barizon memiliki beberapa keuntungan yang banyak sekali seperti : 1. Mampu melawan berbagai jenis parasit; 2. Resiko keracunan minimum (Super Safe); 3. Satu-satunya BPMC yang terdaftar di industri peternakan; 4. Resistensi yang sangat rendah. Selain itu fitur yang dimiliki mencangkup hal yang efisien dan efektif seperti : 1. Penggunaan dosis yang rendah; 2. Mudah dalam pengaplikasian; 3. Tingkat keamanan tinggi; 4. Dapat diaplikasikan pada semua ternak. Hasil uji coba yang dilakukan juga menampilkan hasil yang baik dengan uji terhadap parasit langsung dan uji tingkat keamanan terhadap hewan ternak yang terpapar langsung.

            Dalam acara tersebut interaksi dari beberapa peserta pun sangat antusias, ini dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang sempat ditanyakan langsung oleh peserta baik dari penyampaian materi oleh Prof. Upik maupun Mr. Tamada sehingga acara berlangsung dengan meriah dan kondusif.

Tim Veterinary berharap dengan di adanya produk BARIZON di pasaran dapat menjadi solusi untuk mengatasi gangguan ektoparasit yang masih menjadi masalah di industri peternakan di Indonesia dan dapat menambah volume bisnis PT. Meiji Indonesia khususnya departemen veterinary untuk mencapai target penjualan di tahun-tahun selanjutnya.